Selasa, 12 November 2013

Peran kita sebagai penanggulang buruknya kesehatan ibu dan anak di indonesia



 Untuk mengawali artikel ini,marilah kita merenung sejenak,,,
apakah tujuan hidup kita ini sudah terpenuhi,apakah mimpi kita sudah kita wujudkan,
atau .....
malah sebaliknya.
setiap individu yang berpijak di bumi ini pasti mempunyai sebuah mimpi,dan mimpi itu telah ia persiapkan sejak ia kecil ... ada yang ingin jadi dokter,guru,pembalap,pilot,polisi,pemain sepak bola, dan bahkan ada yang bercita-cita ingin menjadi bidan 

...
Dahulu saya mempunyai teman yang sudah lama pergi,menghilang entah kemana,
Ia mempunyai mimpi yang indah,ia bermimpi untuk menjadi bidan ibu dan anak ,
Tapi sayangnya mimpi itu tak dapat terwujudkan,karna perekonomian dari keluarganya itu sangat memprihatinkan dan kedua orangtuanya pun sudah tak bisa berbuat apa-apa lagi demi menyekolahkan anaknya,dan akhirnya karna si teman saya ini ia adalah gadis yang cantik, akhirnya ia lulus sekolah dasar sudah harus bekerja di sebuah PT sebagai buruh pabrik dan ketika umurnya cukup matang ia dinikahkan , dan sekarang ia sudah memiliki 1 orang anak,anda semua pasti bisa menebakkan masih berapa umurnya sekarang
Yah,,,seperti  itulah hidup,kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi esok,atau 1 jam yang akan datang , atau bahkan kita juga tidak akan tahu apa yang akan terjadi 1 detik yang akan datang.
Saya percaya kalian semua pun mempunyai mimpi...
Dan saya juga....
Baiklah , artikel saya ini bertemakan kesehatan anak dan ibu di indonesia.
Telah kita jumpai di hampir seluruh bagian negeri ini,ibu dan anak yang mendapatkan atau mengalami  pelayanan kesehatan yang tidak sesuai sehingga menyebabkan kerugian oleh pihak ibu dan anak tersebut,kerugian itu juga dapat berdampak kematian,
Sudah cerita biasa jika kita mendengar ada seorang ibu hamil yang meninggal setelah melahirkan bayinya atau pun kasus-kasus anak yang tidak mendapatkan gizi yang cukup sehingga mereka mengalami apa yang biasa di sebut dengan KURANG GIZI
Kasus seperti ini semakin hari ,,, semakin ramai saja bahkan media pun sampai enggan untuk menyorotnya karna dianggapnya itu adalah berita yang sudah ketinggalan zaman, tetapi kenyataannya mau sampai kapan kita melihat saudara kita menderita akibat kekurangan gizi seperti itu, apa kita hanya akan duduk diam dan menunggu pemerintah melakukan sesuatu,
Tidak.....
Sekali lagi

 TIDAK,,, 

kita tidak hanya bisa mengharapkan kepada para mereka saja.
Mereka pada saat ini sedang sibuk-sibuknya mengurusi tentang masalah korupsi lahh,pemilu lahh,dan semua kegiatan yang banyakan tujuannya atau target utamanya ialah orang-orang / warga-warga di sekitar ibu kota saja,jika mungkin pernah mereka memikirkan dan mengingat nasib-nasib para anak-anak yang terpaksa harus memakan makanan yang tidak memenuhi gizi mereka
Tapi...
Apakah pernah mereka itu melihat ...
Melihat kedalam rumah sakit atau tempat-tempat kesehatan lainnya yang melayani kesehatan  ibu dan anak dengan tidak semestinya , hanya karna faktor ketiadaan biaya si pasien
Mereka dengan mudah berkata “kesehatan di indonesia saat ini sudah gratis”
...
jika kita berfikir tentang kasus-kasus kesehatan ibu dan anak di indonesia,
memang tidak pernah ada habisnya...
Sampai saat ini saja angka kematian ibu di Indonesia masih cukup tinggi yaitu sekitar 307 per 100 ribu kelahiran. Sekitar 75 sampai 85 persen kematian ibu disebabkan oleh sebab langsung (direct causes), yaitu: perdarahan post partum, abortus tidak aman, sepsis, persalinan tidak maju dan hipertensi karena kehamilan (misalnya preeklampsia, eklamsia). Kira-kira 15 sampai 20 persen kematian ibu disebabkan oleh sebab tidak langsung (indirect causes),
Oleh : Manajemen Kesehatan Ibu dan Anak
Titik Kuntari,dr,MPH

Statement diatas merupakan suatu pukulan keras bagi bangsa kita,
Apalagi kebanyakan itu di terima dan di alami oleh masyarakat dengan tingkat pendapatan yang rendah atau bisa di bilang masyarakat golongan menengah kebawah

Bukankah itu juga salah satu hal yang memiriskan hati nurani kita

Apa kalian semua tidak sedih...
...
Melihat seorang anak terlahir kedunia dalam keadaan suci ,,, dia hanya merasakan hangatnya tubuh ibunya untuk yang pertama dan terakhir kali nya,
Setelah itu mayat sang ibu pun di tutup kain putih dan di bawa menuju peristirahatan terakhirnya
...
Apa kalian tidak akan sedih
Jika....
Suatu saat si anak ini sudah tumbuh dewasa dan saat pembagian hasil belajarnya di sekolah,
Hanya ada ayahnya, itupun jika ayahnya tidak sibuk mencari nafkah untuknya
...
Dia akan sendirian,,,
Melihat teman-temannya yang lain datang bersama dengan kedua orang tuanya dan tanpa sadar air mata itu telah menetes di pipinya ..

Semua hati yang lembut akan sedih jika menyadari bahwa peran serta kita dan lembaga,perlemen,institusi,dan lain-lain yang berhubungan dengan gerakan kesehatan ibu dan anak
Begitu penting.demi mencegah tidak adanya lagi air mata yang menetes.

...

The end


#wahana visi indonesia
#child health now