Untuk mengawali artikel ini,marilah kita merenung sejenak,,,
apakah tujuan hidup kita ini sudah terpenuhi,apakah mimpi kita sudah kita
wujudkan,
atau .....
malah sebaliknya.
setiap individu yang berpijak di bumi ini pasti
mempunyai sebuah mimpi,dan mimpi itu telah ia persiapkan sejak ia kecil ... ada yang ingin jadi dokter,guru,pembalap,pilot,polisi,pemain sepak bola, dan bahkan ada yang bercita-cita ingin menjadi bidan
...
Dahulu saya mempunyai teman yang sudah lama pergi,menghilang
entah kemana,
Ia mempunyai mimpi yang indah,ia bermimpi untuk menjadi
bidan ibu dan anak ,
Tapi sayangnya mimpi itu tak dapat terwujudkan,karna
perekonomian dari keluarganya itu sangat memprihatinkan dan kedua orangtuanya
pun sudah tak bisa berbuat apa-apa lagi demi menyekolahkan anaknya,dan akhirnya
karna si teman saya ini ia adalah gadis yang cantik, akhirnya ia lulus sekolah
dasar sudah harus bekerja di sebuah PT sebagai buruh pabrik dan ketika umurnya
cukup matang ia dinikahkan , dan sekarang ia sudah memiliki 1 orang anak,anda
semua pasti bisa menebakkan masih berapa umurnya sekarang
Yah,,,seperti itulah
hidup,kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi esok,atau 1 jam yang akan
datang , atau bahkan kita juga tidak akan tahu apa yang akan terjadi 1 detik
yang akan datang.
Saya percaya kalian semua pun mempunyai mimpi...
Dan saya juga....
Baiklah , artikel saya ini bertemakan kesehatan anak dan ibu
di indonesia.
Telah kita jumpai di hampir seluruh bagian negeri ini,ibu
dan anak yang mendapatkan atau mengalami
pelayanan kesehatan yang tidak sesuai sehingga menyebabkan kerugian oleh
pihak ibu dan anak tersebut,kerugian itu juga dapat berdampak kematian,
Sudah cerita biasa jika kita mendengar ada seorang ibu hamil
yang meninggal setelah melahirkan bayinya atau pun kasus-kasus anak yang tidak
mendapatkan gizi yang cukup sehingga mereka mengalami apa yang biasa di sebut
dengan KURANG GIZI
Kasus seperti ini semakin hari ,,, semakin ramai saja bahkan
media pun sampai enggan untuk menyorotnya karna dianggapnya itu adalah berita
yang sudah ketinggalan zaman, tetapi kenyataannya mau sampai kapan kita melihat
saudara kita menderita akibat kekurangan gizi seperti itu, apa kita hanya akan
duduk diam dan menunggu pemerintah melakukan sesuatu,
Tidak.....
Sekali lagi
TIDAK,,,
kita tidak hanya bisa mengharapkan
kepada para mereka saja.
Mereka pada saat ini sedang sibuk-sibuknya mengurusi tentang
masalah korupsi lahh,pemilu lahh,dan semua kegiatan yang banyakan tujuannya
atau target utamanya ialah orang-orang / warga-warga di sekitar ibu kota
saja,jika mungkin pernah mereka memikirkan dan mengingat nasib-nasib para
anak-anak yang terpaksa harus memakan makanan yang tidak memenuhi gizi mereka
Tapi...
Apakah pernah mereka itu melihat ...
Melihat kedalam rumah sakit atau tempat-tempat kesehatan
lainnya yang melayani kesehatan ibu dan
anak dengan tidak semestinya , hanya karna faktor ketiadaan biaya si pasien
Mereka dengan mudah berkata “kesehatan di indonesia saat ini
sudah gratis”
...
jika kita berfikir tentang kasus-kasus kesehatan ibu dan
anak di indonesia,
memang tidak pernah ada habisnya...
Sampai saat
ini saja angka kematian ibu di Indonesia masih cukup tinggi yaitu sekitar 307
per 100 ribu kelahiran. Sekitar 75 sampai 85 persen kematian ibu disebabkan
oleh sebab langsung (direct causes), yaitu: perdarahan post partum,
abortus tidak aman, sepsis, persalinan tidak maju dan hipertensi karena
kehamilan (misalnya preeklampsia, eklamsia). Kira-kira 15 sampai 20 persen
kematian ibu disebabkan oleh sebab tidak langsung (indirect causes),
Oleh : Manajemen
Kesehatan Ibu dan Anak
Titik Kuntari,dr,MPH
Statement diatas merupakan suatu
pukulan keras bagi bangsa kita,
Apalagi kebanyakan itu di terima dan
di alami oleh masyarakat dengan tingkat pendapatan yang rendah atau bisa di
bilang masyarakat golongan menengah kebawah
Bukankah itu juga salah satu hal
yang memiriskan hati nurani kita
Apa kalian semua tidak sedih...
...
Melihat seorang anak terlahir
kedunia dalam keadaan suci ,,, dia hanya merasakan hangatnya tubuh ibunya untuk
yang pertama dan terakhir kali nya,
Setelah itu mayat sang ibu pun di
tutup kain putih dan di bawa menuju peristirahatan terakhirnya
...
Apa kalian tidak akan sedih
Jika....
Suatu saat si anak ini sudah tumbuh
dewasa dan saat pembagian hasil belajarnya di sekolah,
Hanya ada ayahnya, itupun jika
ayahnya tidak sibuk mencari nafkah untuknya
...
Dia akan sendirian,,,
Melihat teman-temannya yang lain
datang bersama dengan kedua orang tuanya dan tanpa sadar air mata itu telah menetes
di pipinya ..
Semua hati yang lembut akan sedih
jika menyadari bahwa peran serta kita dan lembaga,perlemen,institusi,dan
lain-lain yang berhubungan dengan gerakan kesehatan ibu dan anak
Begitu penting.demi mencegah tidak
adanya lagi air mata yang menetes.
...
The end
#wahana visi indonesia
#child health now
